Air fryer vs oven perlu dicermati supaya tak salah dalam memanfaatkannya. Keduanya sama-sama penting di dapur dengan peranan masing-masing. Supaya lebih mudah memilih kapan harus menggunakan salah satunya, cek saja tutorial air fryer berikut.
Baca Juga: Intip Perbandingan Air Fryer vs Microwave Agar Tak Salah Pilih

Perbandingan Air Fryer vs Oven
Ada sejumlah aspek yang bisa digunakan untuk membandingkan keduanya.
| Aspek | Air Fryer | Oven (Konvensional/Listrik) |
| Kecepatan Memasak | Biasanya tidak memerlukan pre-heat. Volume ruang kecil juga membuat sirkulasi udara panas lebih intens dibandingkan rongga oven yang luas. | Memerlukan waktu pemanasan awal (pre-heat) 10-15 menit. |
| Tekstur Hasil Akhir | Renyah namun rendah minyak. | Matang merata, tekstur lebih lembut. |
| Kapasitas | Biasanya 2-8 Liter. | 20-100+ Liter |
| Konsumsi Daya | 600W-1500W. | 400W-2000W+ |
| Kemudahan Pembersihan | Keranjang biasanya non-stick dan dapat dilepas. | Sedikit lebih sulit karena ruang luas dan rak-raknya statis. |
| Fungsi Utama | Menggoreng tanpa minyak, memanaskan sisa makanan, memanggang camilan. | Baking, memanggang daging porsi besar, memasak makanan dalam loyang. |
Berdasarkan spesifikasi dari berbagai produsen alat dapur seperti Neozen Indonesia, menyebut pemilihan air fryer dan oven bisa disesuaikan dengan preferensi masing-masing. Jika ingin praktis dan lebih sehat, bisa pilih air fryer sebab mengurangi penggunaan minyak hingga 80% sebagaimana standar keamanan pangan. Lain halnya jika membutuhkan kapasitas besar, gunakan saja oven.
Saat kami mencoba memanaskan pizza sisa semalam, air fryer suhu 180°C selama 3 menit berhasil membuat crust kembali renyah tanpa membuat bagian atasnya kering. Hal ini sesuatu yang sulit dicapai oven tanpa membuatnya menjadi keras.
Untuk mekanisme pemasangan, air fryer menggunakan rapid air technology (konveksi intens). Sedangkan oven listrik konvensional mengandalkan elemen panas stasioner. Meski banyak kelebihan, sayangnya air fryer tidak ideal untuk adonan basah (seperti bakwan jagung tradisional) karena adonan akan jatuh menembus lubang keranjang sebelum sempat mengeras.
Panduan Memilih Air Fryer dan Oven
Cermati panduan di bawah ini agar lebih yakin kapan harus memilih air fryer dan oven.
- Perhatikan Waktu Memasak
Jika terburu-buru atau memiliki kesibukan padat, gunakan air fryer. Namun jika waktunya luang atau santai, pilih saja oven.
- Sesuaikan dengan Kebutuhan Memasak
Apabila ingin menggoreng, bisa memakai air fryer. Lebih disarankan yang bahannya berlapis anti-lengket bebas PFOA/PTFE. Sementara jika ingin membuat kue, lebih baik memilih oven.
Baca Juga: Panduan Memasak Nugget Air Fryer yang Crispy dan Juice
Nyatanya air fryer dan oven memang penting digunakan. Bagi dapur modern pun, keduanya saling melengkapi (komplementer), bukan selalu harus dipilih salah satu. Memilih salah satu bergantung pada jumlah anggota keluarga (kapasitas).
*Ditinjau oleh Devina Hermawan, koki sekaligus ambassador berbagai produk perdapuran.

Saya, Devina Hermawan, koki sekaligus Official Brand Ambassador of Tefal ID, Mie Sedaap, Filma, Cedea Seafood sehingga sudah sangat berpengalaman dengan perdapuran.



