Perbandingan air fryer vs microwave perlu dipahami sebaik mungkin karena nyatanya masih ada sebagian orang yang kesulitan membedakannya. Keduanya sama-sama populer di dapur. Akan tetapi, peranan keduanya tidaklah menggantikan, melainkan saling melengkapi. Jika bingung memilihnya, perhatikan tutorial air fryer berikut.
Baca Juga: Panduan Memasak Nugget Air Fryer yang Crispy dan Juice

Alat Masak Air Fryer vs Microwave
Peralatan memasak ini memiliki banyak hal untuk dibandingkan. Berikut beberapa poin perbandingannya.
- Hasil masakan. Air fryer menghasilkan masakan yang lebih renyah serta kering di luar. Kemudian terasa lembut di dalam. Sementara microwave, masakannya terasa lembut dan lembab. Air fryer juga bisa memberikan warna kecokelatan (browning) yang tidak bisa dilakukan oleh microwave standar.
- Teknologi. Air fryer menggunakan udara panas yang berputar cepat. Sedangkan microwave memanaskan makanan dengan pengaktifan molekul air lewat gelombang mikro.
- Fungsi. Meninjau dari fungsi, air fryer bisa untuk menggoreng, memanggang dan memasak camilan. Sementara mirowave, fungsinya untuk menghangatkan, memasak dan mencairkan es bahan beku.
Detail perbandingan:
| Aspek | Air Fryer (Kapasitas Terbatas) |
Microwave (Kapasitas Besar) |
| Teknologi Utama | Konveksi udara panas cepat | Radiasi gelombang mikro |
| Fungsi Utama | Menggoreng (tanpa/sedikit minyak), memanggang, membakar. | Memanaskan ulang, mencairkan makanan beku, memasak cepat. |
| Tekstur Hasil | Renyah (Crispy) dan kecokelatan layaknya digoreng. | Lembut, lembap, terkadang bisa membuat roti menjadi alot/keras. |
| Konsumsi Daya | Umumnya 600W – 1500W | Umumnya 600W – 1200W |
| Kemudahan Pembersihan | Laci dan wadah harus dicuci tiap selesai digunakan. | Cukup dilap bagian dalamnya, piring putar mudah dilepas. |
Kanal YouTube yang didedikasikan untuk para ibu di Indonesia Mommies Daily melakukan pengujian dengan memasak kerupuk udang dan kerupuk bawah menggunakan air fryer maupun microwave. Sama-sama tak menambahkan minyak, ternyata lebih enak kerupuk bawang hasil penggunaan microwave. Sementara untuk hasil kerupuk udang air fryer maupun microwave terasa imbang.
Panduan Memilih Air Fryer atau Microwave
Air fryer dan microwave sama-sama pentingnya. Jika bingung kapan harus memilih air fryer dan kapan harus pakai microwave, cek saja panduan berikut.
Sesuaikan dengan Jenis Makanan
Jika ingin memasak makanan yang memiliki tekstur renyah, bisa pilih air fryer. Misalnya kentang, gorengan atau keripik. Namun jika ingin memasak menu sehari-hari, gunakan saja microwave. Contohnya nasi, sup, kue dan lauk-pauk.
Dalam pengujian kami saat memasak nugget, mengguncang keranjang air fryer di menit ke-4 terbukti menghasilkan tekstur yang lebih merata dibandingkan membiarkannya begitu saja.
Pertimbangkan Efisiensi Waktu
Pengguna yang ingin memasak secara cepat, pilih microwave. Hal ini karena waktu memasak dengan air fryer cenderung lebih lama. Alasannya, air fryer memanaskan udara secara konveksi, sedangkan microwave langsung menggetarkan molekul air. Meski begitu, tingkat kematangan air fryer merata.
Selain itu, pahami juga jenis wadah yang tidak boleh masuk ke masing-masing alat. Hindari wadah logam untuk memasukkan makanan ke microwave. Sementara untuk air fryer, jangan gunakan plastik tertentu.
Baca Juga: Memasak dengan Air Fryer Diklaim Praktis dan Sehat dari Cara Manual, Ini Faktanya
Air fryer vs microwave jadi andalan para ibu di dapur kesayangan. Namun supaya lebih mudah memilihnya, cermati panduan di atas. Untuk pekerja kantoran yang sering memanaskan sisa makanan, pilih microwave. Jika hobi membuat camilan sehat tanpa minyak, air fryer adalah investasi terbaik.

Saya, Devina Hermawan, koki sekaligus Official Brand Ambassador of Tefal ID, Mie Sedaap, Filma, Cedea Seafood sehingga sudah sangat berpengalaman dengan perdapuran.



